Implementasikan Metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Desa Sungai Kelambu
Sambas (24/04) - BRMP Kalimantan Barat melaksanakan penanaman perdana metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) atau metode Arkansas di Desa Sungai Kelambu, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendukung swasembada pangan berkelanjutan melalui program tanam padi metode Arkansas seluas 100 hektar. Penanaman dilakukan di atas lahan milik petani yang tergabung dalam Koperasi Sungai Kelambu Sejahtera. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala BRMP Kalimantan Barat (Anjar Suprapto, S.T.P., M.P.), Ketua Tim Kerja Penyuluh Kabupaten Sambas, PPL BPP Tebas, Pengurus dan Anggota Koperasi Sungai Kelambu, Gapoktan Desa Sungai Kelambu, Gapoktan Desa Pusaka, Gapoktan Desa Mekar Sekuntum, Gapoktan Desa Mensere & Brigade Pangan serta para petani setempat yang antusias mengikuti jalannya percontohan teknologi ini.
Fokus utama kegiatan adalah demonstrasi tanam padi metode Arkansas di lahan seluas 1,5 hektar dengan ciri khas Tanam Rapat dalam Baris. Penanaman dilakukan menggunakan alat Atabela (Alat Tanam Benih Langsung) dengan pola Jajar Legowo 4:1. Penggunaan varietas benih Inpari 32 didukung dengan pemberian dosis dolomit sebanyak 1 ton/ha serta pupuk organik Petroganik diharapkan mampu menjadi standar baru dalam peningkatan produktivitas. Metode ini merupakan bagian dari implementasi Sistem Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang menekankan pada prinsip intensifikasi, mekanisasi, dan presisi tinggi untuk mencapai efisiensi sumber daya yang maksimal.
Selain aspek penanaman, tim teknis juga melakukan survei lapangan secara menyeluruh untuk perencanaan infrastruktur pendukung berupa irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan di lokasi kegiatan Arkansas. Langkah ini diambil untuk menjamin stabilitas ketersediaan dan kecukupan air sepanjang musim tanam, mengingat spesifikasi lokasi yang memerlukan pengelolaan air yang terukur. Dengan adanya sinergi antara teknologi mekanisasi, benih unggul, dan infrastruktur irigasi yang memadai, diharapkan model PM-AAS di Desa Sungai Kelambu ini dapat menjadi pionir keberhasilan transformasi pertanian modern bagi wilayah lainnya di Kalimantan Barat.